Pengebirian gerakan tani dan penculikan terhadap kaum tani kembali terjadi. Kali ini, sebanyak 13 petani dari Desa Dongi-dongi dan Kamamora, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah diculik saat sedang mengolah ladang.

Aksi penculikan itu terjadi kemarin sore (27/1) sekitar pukul 15.00 WITA. Insiden ini terjadi bertepatan dengan pembukaan Kongres Forum Petani Merdeka (FPM) Dongi-dongi, yang merupakan organisasi di mana ke-13 petani tersebut bernaung.

Menurut informasi, mereka tidak sekadar diculik, para petani diintimidasi dan mengalami kekerasan oleh aparat gabungan dari Perhutani, Polisi dan TNI. Diduga, aparat tersebut merupakan kelompok ‘kiriman’ pihak Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Seperti diketahui, konflik antara petani Dongi-dongi dengan pihak TNLL sudah berlangsung cukup lama. TNLL yang diresmikan pada 1982 secara nyata telah memotong akses petani terhadap sumber penghidupan mereka (lahan garapan) yang berdampak pada perekonomian dan budaya masyarakat tani di wilayah tersebut. Bahkan, pada medio 1990-an, ratusan kepala keluarga (KK) yang sebagian besar kaum tani tergusur karena desa mereka ditenggelamkan demi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Ini menjadi bukti lain, bahwa negara tidak pernah berpihak kepada masyarakat kelas bawah pada umumnya, dan kaum tani pada khususnya. Sudah terlalu banyak korban dari kaum tani akibat kesewenangan negara. Dengan dalih ‘pembangunan’, demi menghidupi korporasi-korporasi raksasa yang jelas-jelas telah merusak lingkungan dan tatanan sosial budaya, kaum tani dikorbankan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.