Kronik

Kasus Penangkapan Mahasiswa Medan:16 Mahasiswa Medan menjadi tersangka

By  | 

Berikut hasil wawancara reporter selamatkanbumi dengan salah satu mahasiswa Medan pada tanggal 1 September 2013 di salah satu tempat di Jakarta. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus penangkapan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap mahasiswa di Medan dalam kasus Aksi BBM Juni 2013 silam.

Selamatkanbumi: Bagaimana perkembangan terakhir kasus penangkapan yang menimpa mahasiswa Medan ?

Mahasiswa: Saat ini ada 16 mahasiswa yang telah ditetapkan menjadi tersangka sejak 16 Agustus 2013. Dan hinggah saat ini juga banyak dari mahasiswa yang ditangkap tersebut mengalami patah tulang akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian saat penangkapan terjadi.

Selamatkanbumi: Memangnya ada berapa orang yang sebelumnya ditangkap ?

Mahasiswa: Pada saat kejadian ada 87 orang yang ditangkap. Selanjutnya hanya 16 orang yang dijadikan tersangka. Namun tetap saja ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa dan kami meyakini ini adalah pelumpuhan secara sistematis terhadap gerakan mahasiswa di Medan.

Selamatkanbumi: Coba bisa dijelaskan lagi bagaimana maksud pelumpuhan secara sistematis ?

Mahasiswa: Begini, dalam kasus ini banyak sekali mahasiswa yang saat kejadian tidak berada di lapangan namun terdaftar sebagai DPO di pihak kepolisian sebagai pelaku perusakan saat aksi BBM tersebut. Nama-nama yang muncul sebagai DPO rata-rata banyak yang sudah tidak berdomisili di Medan tetapi anehnya menjadi orang yang dituduh sebagai aktor utama dalam aksi BBM tersebut.

Saya meyakini ini strategi kepolisian dan negara untuk meneror siapapun yang berjuang untuk keadilan. Dan yang lebih menganehkan lagi adalah nama-nama yang masuk sebagai daftar DPO tidak semuanya ditangkap walaupun mereka tahu dimana keberadaannya. Ini strategi adu domba negara agar seolah-olah yang tidak ditangkap adalah orang yang bermain mata dengan polisi. “polisi ingin agar mahasiswa yang dijadikan tersangka (ditangkap) menuduh para mahasiswa yang sudah menjadi DPO namun tidak ditangkap adalah penghianat dan antek polisi”. Dengan asumsi tersebut maka gerakan mahasiswa di Medan terutama antar kelompok mahasiswa menjadi saling tidak percaya.

Selamatkanbumi: Pasal apa saja yang dituduhkan kepada mahasiswa ?

Mahasiswa: Perusakan fasilitas umum dan tindakan melawan petugas.

Selamatkanbumi: Sebenarnya dari kampus mana saja mahasiswa-mahasiswa yang dijadikan tersangka tersebut ?

Mahasiswa: 12 orang dari Universitas HKBP Nomensen, 1 orang dari Universitas Sumatera Utara, 1 orang dari Institut Teknologi Medan, 1 orang dari Universitas Budi Dharma dan 1 orang lagi dari Universitas Negeri Medan.

Selamatkanbumi: Siapa yang menjadi kuasa hukum dalam kasus ini ?

Mahasiswa: Ada 3, Kontras, Komnasham dan Cicak Buaya.

Selamatkanbumi: Apa maksud dari Cicak Buaya ?

Mahasiswa: Cicak Buaya adalah kelompok yang memberikan bantuan hukum kepada kawan-kawan mahasiswa yang ditangkap tersebut. Dahulu, sebelum mendirikan cicak buaya, para pengurusnya juga mengalami nasib yang sama. Pada tahun 2007 mereka (mahasiswa Nommensen) menolak kebijakan kampus yang dianggap tidak demokratis, namun justru kampus melakukan pemecatan terhadap mereka. Hal inilah yang memicu kekerasan dan peristiwa kerusuhan di kampus Nomensen pada tahun 2007. Mahasiswa marah dengan pemecatan yang dianggap bukan hanya tidak demokratis namun juga syarat dengan kepentingan militer yang ingin melumpuhkan gerakan mahasiswa. Peristiwa tahun 2007 tersebut berlanjut dengan pengkriminalisasian terhadap puluhan mahasiswa. Selanjutnya setelah keluar dari penjara, mereka melanjutkan studi ilmu hukum dan menjadi pengacara. Karena mereka merasa bahkan ada kejadian yang serupa untuk gerakan mahasiswa di era mendatang, pilihan untuk mendirikan lembaga bantuan hukum sangatlah diperlukan. Begitulah kira-kira sejarah singkatnya.

Selamatkanbumi: Maaf.. Saya lupa, kapan persidangan akan dilakukan ?

Mahasiswa: Sidang pertama akan jatuh pada tanggal 4 September 2013.

Selamatkanbumi: Apa yang ingin anda sampaikan kepada yang lain terkait kasus ini ?

Mahasiswa: Selain terbangunnya solidaritas untuk kasus ini, saya ingin menyampaikan bahwa tiada lain yang harus dilakukan gerakan mahasiswa ke depan, yaitu “ tetap semangat” dan “harus cerdas” dalam melakukan perlawanan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *