Solidaritas

[Seruan Solidaritas] Aksi Warga Rembang Tolak Pabrik Semen Direpresi Aparat

By  | 

Aksi warga yang menolak tambang dan pendirian pabrik Semen di Rembang hari ini, Senin, 16 Juni 2014, kian memanas. Sejak pagi tadi, setidaknya tiga peleton polisi, satu kompi tentara, dan puluhan preman bayaran terus berjaga-jaga di sekitar titik yang rencananya akan menjadi lokasi peletakan baru pertama PT. Semen Indonesia di Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah. Water canon pun sudah dipersiapkan untuk menghalau rakyat yang tidak bersepakat dan semua akses menuju tapak pabrik diblokade aparat.

Aksi warga yang menjadi pilihan terakhir setelah sekian lama suara mereka dibungkam dan perjuangan mereka senantiasa mendapat intimidasi ini, dijawab dengan tindakan represif yang bertubi digencarkan oleh aparat dan preman bayaran. Bentrokan dalam aksi yang mayoritas diikuti oleh kaum ibu dan petani ini pun tak terhindarkan. Tentara juga dikerahkan untuk menyisir dulur-dulur yang bersembunyi di pertigaan jalan masuk pabrik.

Beberapa ibu yang turut dalam aksi mengalami cedera dan jatuh pingsan, sementara warga lain mengalami luka-luka. Namun, tentara mencegah siapapun yang hendak menolong korban dan melarang ambulans yang sedianya akan masuk ke dalam lokasi.

Empat orang warga yang mendokumentasikan kejadian, sempat ditangkap dan dituduh sebagai wartawan palsu, serta disekap di mobil polisi selama beberapa jam. Meski akhirnya mereka dibebaskan, namun kamera mereka disita.

Wartawan dari beberapa media ditengarai sudah dikondisikan oleh pihak pabrik semen, agar mereka tidak turut mewartakan aksi ini. Sementara, kawan-kawan yang bersolidaritas dan berusaha mendokumentasikan aksi, dilarang masuk oleh aparat sejak pagi. Penyisiran juga terus dilakukan terhadap semua aktivitas dokumentasi, semua peliput berita diharuskan menunjukkan kartu pers.

Dengan dikawal tentara dan polisi, sempat pula terlihat 1 truk bermuatan para pendoa yang dikatakan perwakilan santri NU, memasuki tapak pabrik untuk menggelar doa peletakan batu pertama. Namun demikian, pihak NU mengecam keras adu domba ini karena tokoh dan pimpinan NU telah secara tegas menolak pembangunan pabrik semen sebagaimana disampaikan dalam press release mereka Mei lalu.

Hingga sore ini, sejumlah warga masih menduduki pertigaan jalan menuju lokasi pabrik. Sempat pula mereka melaksanakan shalat berjamaah dengan dikelilingi penjagaan ketat aparat. Rencananya mereka akan bermalam di lokasi dan aksi blokade akan terus digencarkan hingga tuntutan warga agar aktifitas fisik pabrik dihentikan dan alat berat hengkang dari lokasi, terpenuhi.

Mari bersolidaritas dengan cara apapun.

Mari turun ke lokasi dan bantu saudara-saudara kita. Mari wartakan kejujuran atas penindasan ini. Mari sebarkan tuntutan pembatalan tambang semen apapun dari Pegungungan Kendeng. Sms bisa dikirimkan pula kepada Gubernur Jawa Tengah GANJAR PRANOWO (0811990931) dan Kapolres Rembang KURNIAWAN (08131101199).

Mari kita eratkan kembali kekuatan perjuangan massa!

2 Comments

  1. Hare Primasto

    Senin Juni 16th, 2014 at 03:36

    Bentrokan dua pihak awalnya terjadi karena apa ya?
    Yah hampun kejamnya diri aparat 🙁
    Hare tak suka pulisi galaks

  2. ikhsan

    Rabu Juni 18th, 2014 at 02:31

    bikin petisi di change.org ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *