Video Liputan

Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pembangunan Bandara NYIA

By  | 

Rencana pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon dianggap akan membuka akses infrastruktur baru di wilayah pesisir selatan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa terus berusaha mempercepat proses pembangunan. Lahan yang dibutuhkan 637 hektar yang kemudian akan diperluas menjadi 2000 hektar.

Sisi lain, warga penolak bandara sampai saat ini masih mempertahankan lahannya. Mereka tidak menginginkan tanah mereka dijual. Bagi mereka, tanah adalah sumber kehidupan yang tidak tergantikan.

Bentuk penolakan yang mereka lakukan salah satunya dengan terus menanam di tanah sendiri. Walaupun ancaman pembangunan bandara ada di hadapan mereka, warga tidak gentar. Mereka ingin terus memberdayakan lahan. Dari hal itu warga penolak bandara mendapatkan limpahan hasil bumi yang membuat kehidupan sudah sangat cukup untuk hidup.

Menariknya, saat proses panen para pemilik lahan selalu melibatkan warga yang berada di sekitar Temon maupun di luar Temon untuk memetik hasil bumi. Hal ini dilakukan dengan tujuan membuka lapangan pekerjaan.

Dari pengalaman warga menghitung hasil bumi, sekali panen buah semangka mereka bisa memanen 3-8 ton dengan luas lahan 3000 meter persegi. Keuntungan yang didapatkan bisa mencapai 10-20 juta. Padahal modal yang dikeluarkan dari awal proses pembibitan sampai panen hanya berkisar Rp. 7.000.000. Hal ini baru satu varietas, lantas bagaimana dengan hasil yang lain?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.