Kronik

Hentikan Pembangunan Bandara NYIA, Jangan Bunuh Warga

By  | 

Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang saat ini terus digencarkan saat ini sudah banyak memakan korban. Dalam pantauan kami Angkasa Pura I telah melakukan upaya penggusuran paksa dengan dalih Konsinyasi atau penitipan uang di pengadilan. Padahal warga tidak pernah mengikuti proses konsinyasi, surat pengadilan-pun tidk pernah diterima warga. Namun dalih tersebut selalu digaungkan untuk menjadikan senjata jika penggusuran adalah sebuah upaya yang sah dilakukan.

Terhitung sejak tanggal 24 November 2017 sampai tanggal 4 Desember 2017 Pihak Angkasa Pura I bersama dengan PT. Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Surya Karya Setiabudi (SKS) terus melakukan pengrusakan rumah dan pohon warga yang masih menolak pembangunan NYIA. ada sekitar 300 Jiwa dan 100 KK terancam kehidupannya di dalamnya di dominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Sejumah warga yang berusaha mempertahankan tanahnya diperlakukan tidak manusiawi, ibu-ibu diseret sampai ada penangkapan warga dengan memborgol tangan kemudian dibawa ke kantor PT. PP untuk diamankan. Hal tersebut dilakukan karena warga berusaha menghadang alat berat yang masuk ke area rumah mereka.

Tidak berhenti di situ, pemutusan aliran listrik rumah warga juga dilakukan oleh pihak PLN secara menyeluruh. Alasan pemutusan itu tidak pernah ada konfirmasi dari pihak PLN sendiri. Kini warga yang masih bertahan tidak punya akses listrik padahal masih ada kehidupan yang bermukim di area lokasi pembangunan bandara NYIA.

Upaya ini merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan, Angkasa Pura I telah melakukan praktek kekerasan dan pelanggaran HAM. Sebagaimana janji priesiden Jokowi agar pembangunan Infrastruktur nasional tidak boleh ada kekerasan terhadap warga hanya bualan omong kosong. Kenyataanya di Temon, Kulonprogo hal tersebut tidak berlaku. Warga ditindas, dilibas sampai diusir dari rumahnya

Kami juga melihat adanya tindakan mal praktek yang tidak sesuai dengan prosedur hukum seperti pengeluaran Surat Pemberitahuan Pengosongan (SP) 1 sampai dengan III yang begitu cepat dari Oktober 2017 sampai November 2017. Tidak behenti di situ aparat kepolisian dan tentara yang dkerahkan bukannya menjadi garda perlindung warga justru terlibat merusak dan mengintimidasi warga. Bahkan terlibat provokasi untuk merobohkan rumah warga. Sekali lagi ini adalah sebuah kebiadaban.

Melihat hal tersebut, kami Warga Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP-KP) yang sama-sama mencari penghidupan dari tanah dan pertanian dengan tegas menyatakan sikap:

1. Hentikan pembangunan Bandara New Yogyarkarta International Airport (NYIA) sekarang juga.
2. Meminta kepada Presiden Jokowi, Gubernur DIY dan Kapolda untuk menghentikan pembangunan Bandara dikarenakan ada indikasi kekerasan dan pelaggaran HAM.
3. Usut tuntas kekerasan aparat kepolisian dan TNI kepada warga penolak bandara.
4. Menyerukan kepada seluruh jaringan masyarakat untuk bersolidaritas membantu warga Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) untuk turun ke jalan dan lokasi bandara yang kini sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
5. Kami akan terus berjuang bersama warga PWPP-KP melawan segala bentuk penggusuran dan akan bersama turun untuk menghadangnya

Narahubung

Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP-KP)

Widodo (081804300811)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.