Solidaritas

Kronologi Kejadian Tindakan Represif Aparat Kampus (Satpam) UMY dan Pihak-Pihak Tertentu pada Saat Aksi Massa

By  | 

Gabungan Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen dan Aliansi Mahasiswa UMY Peduli Kampus

Tolak Ganjar, Ganjar Pro Investor, Ganjar Anti Rakyat

Sabtu, 6 Mei 2017 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

1. Pada pukul 08.30 WIB massa aksi berkumpul untuk persiapan aksi di parkiran Fakultas Hukum UMY.

2. Pada pukul 10.00 WIB massa aksi mulai berkumpul dan melakukan orasi di depan gedung KH. Ibrahim Fakultas Hukum UMY. Massa aksi menyampaikan orasi politik yang ditujukan kepada kampus yang mendatangkan Ganjar Pranowo sebagai pembicara dalam Kuliah Umum dengan tema “Strategi Pengelolaan Investasi di Daerah untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

3. Menjelang Adzan Dzuhur, sekitar pukul 11.30, salah satu satpam meminta massa aksi yang membacakan puisi untuk berhenti karena Adzan, Kordum menyampaikan kepada massa aksi untuk istirahat karena kumandang Adzan. Salah satu massa aksi mengatakan, kalau kami berhenti, Ganjar yang memberi kuliah umum di dalam ruangan juga berhenti. Mendengar ucapan tersebut seorang yang mengaku pihak keamanan kampus yang mengenakan kemeja putih menantang untuk berkelahi sambil mengatakan bahwa dia adalah preman jalanan yang sudah keluar masuk penjara dan kemudian mendorong peserta aksi serta memprovokasi satpam lain yang berjumlah kurang lebih 20 orang untuk menyerang massa aksi. Setelah aksi dorong tersebut beberapa massa aksi dipukul dan ditendang oleh satpam UMY, dan mengusir massa aksi dengan sapu halaman. Massa aksi perempuan juga dipaksa untuk membubarkan diri sambil didorong dan ditempeleng kepalanya. Bahkan beberapa massa aksi yang mengambil gambar dan video dipukul dan direbut handphonenya. Salah satu handphone massa aksi dibanting oleh satpam hingga pecah saat merekam tindakan represif yang dilakukan oleh Satpam UMY.

4. Beberapa massa aksi yang mendapat perlakuan premanisme oleh satpam UMY yang berupa pemukulan, ditendang, didorong dan dipukul adalah;

– Kafabi, Wahyu Agustin, Badri, Ryan, Alwi, Pram Taba, Ika, dan Wahyu Yusuf

– Terdapat 4 mahasiswa yang dijambak rambutnya oleh satpam

5. Dalam aksi represif tersebut seorang petugas Tata Usaha Fakultas Hukum pun juga mengancam massa aksi untuk segera meninggalkan lokasi jika tidak ingin dihabisi di luar kampus; dia hanya membolehkan mahasiswa UMY yang melakukan aksi di UMY. Seseorang dengan berpakaian sipil yang mengaku penggembira di UMY juga ikut memaksa massa aksi untuk keluar kampus.

6. Setelah itu seluruh satpam kampus mensweeping seluruh massa aksi agar meninggalkan kampus.

7. Massa aksi mengambil motor di parkiran dan meninggalkan kampus sekitar pukul 12.30.

Berkaitan dengan tindakan represif pihak keamanan kampus dan tindakan pembiaran yang dilakukan oleh pihak Rektorat UMY, maka kami menuntut beberapa hal sebagai berikut;

a. Kami mengecam pihak kampus (Rektorat) yang tidak mengambil tindakan ketika satpam melakukan tindakan represif kepada massa aksi. Kami melihat bahwa Rektorat UMY memberikan legitimasi kepada tindakan premanisme yang dilakukan oleh satpam dengan cara membiarkan mereka melakukan kekerasan.

b. Satpam yang seharusnya menjadi pihak keamanan kampus justru mengancam massa aksi dan menantang untuk berkelahi di luar kampus. Karena itu, kampus harus mengevaluasi kembali satpam UMY agar tidak berwatak preman atau pro kekerasan.

c. Kami menuntut pihak kampus untuk memberikan kebebasan mimbar akademik dan ruang demokrasi bagi mahasiswa UMY dan publik yang menyampaikan tuntutan dan kritik terhadap kebijakan kampus dan politik kampus apalagi saat kampus mengundang pejabat publik yang membangkang dari putusan Mahkamah Agung.

d. Kami mempertanyakan sikap Muhammadiyah secara kelembagaan karena UMY yang berada di bawah naungannya telah mengundang Ganjar sebagai pejabat publik yang bermasalah dalam persoalan pendirian pabrik semen di Rembang; di saat PP Muhammadiyah telah melakukan koordinasi untuk mengadvokasi petani yang sedang berjuang mendapatkan keadilan termasuk petani Kendeng.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *