Solidaritas

Kronologi Tindak Kekerasan Kepolisian Terhadap Mahasiswa Medan

By  | 

Bagian 1: Kronologi aksi 2 Mei 2017

Aksi yang berlangsung pada tanggal 2 Mei 2017 merupakan momentum dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dimotori oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa yang mengatasnamakan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara.

Adapun tuntutan mahasiswa dalam aksi ini adalah:  wujudkan pendidikan gratis, objektif, ilmiah, bervisi kerakyatan, menolak komersialisasi dalam dunia pendidikan, wujudkan kehidupan buruh yang sejahtera, dan segera kembalikan tanah rakyat yang terampas.

  1. Pukul 13.00 wib, mahasiswa memulai aksi di Simpang Pos, Padang Bulan, Medan, dengan menyanyikan lagu perjuangan dan orasi politik.
  2. Pukul 15.00 wib, mahasiswa melakukan Body Painting dengan tulisan “REVOLUSI PENDIDIKAN”.
  3. Pukul 15.00-15 wib, aksi yang berlangsung di Simpang Pos berjalan dengan damai. Namun, aparat kepolisian mulai berdatangan ke lokasi aksi.
  4. Pukul 16.20 wib, massa aksi bergerak menuju Simpang Kampus Universitas Sumatera Utara (USU). Sesuai rencana aksi, bahwa aksi akan dibubarkan di Simpang Kampus USU.
  5. Pukul 17.20 wib, pihak kepolisian datang dengan membawa mobil water canon di Simpang Kampus USU. Namun, aksi tetap berjalan dengan damai, meski beberapa orang yang mengaku masyarakat mencoba memprovokasi massa aksi.
  6. Pukul 17.30 wib, ada seseorang yang mengaku pemuda setempat masuk ke barisan massa dan mencoba memprovokasi massa aksi. Namun, aksi tetap berjalan dengan damai.
  7. Pukul 18.00 wib, beberapa intel dari pihak kepolisian sudah menyebar di Simpang Kampus USU dan mencoba memprovokasi masyarakat yang ada di Simpang Kampus USU, dengan isu bahwa aksi telah membuat kemacetan, dll.
  8. Pukul 18.20 wib, melihat kondisi lapangan yang tidak kondusif, maka massa aksi memilih untuk menutup aksi, membacakan statement di depan kampus tepat di Pintu 1 USU.
  9. Pukul 18.30 wib, massa aksi membubarkan diri dengan masuk ke dalam kampus USU. Rencana akan melakukan evaluasi di dalam kampus.
  10. Pukul 18.35 wib, massa yang masih berjalan di belakang menuju kampus USU, sempat mendapatkan provokasi dari orang yang mengaku masyarakat setempat. Sehingga, terjadi keributan adu mulut antara mahasiswa dengan masyarakat tersebut. Dengan adanya keributan tersebut, beberapa masyarakat langsung menyerang mahasiswa. Dan secara spontan untuk menyelamatkan diri dari serangan tersebut, mahasiswa menyerang orang yang mengaku masyarakat tersebut.
  11. Pukul 18.40 wib, pihak kepolisian yang sudah bersiaga, menyerang mahasiswa ke dalam kampus USU, dengan menerobos pagar Pintu 1 USU. Pihak kepolisian melakukan pemukulan terhadap beberapa mahasiswa yang berada di lapangan saat ditangkap, namun mahasiswa yang dipukul berhasil melarikan diri dari serangan tersebut.
  12. Pukul 18.40 wib, mahasiswa membuat perlawanan terhadap serangan tersebut.
  13. Pukul 19.00-19.30 wib, pihak kepolisian menangkap 6 orang mahasiswa (3 mahasiswa USU, 2 mahasiswa ITM (Institut Teknologi Medan), dan 1 mahasiswa Universitas Darma Agung).
  14. Tiga orang mahasiswa USU: 2 orang ditangkap saat mereka hendak mengambil sepeda motor yang di parkir di pintu 1 USU. Sementara 1 mahasiswa yang lainnya ditangkap di depan Fakultas Ilmu Budaya USU. Dalam penangkapan ini, 1 mahasiswa mendapatkan pemukulan dari aparat kepolisian.
  15. Dua orang mahasiswa ITM ditangkap di depan pintu 1 USU saat melakukan tugas meliput aksi demonstrasi tersebut.
  16. Satu orang mahasiswa Darma Agung ditangkap di Pintu 1, saat mahasiswa tersebut sedang melakukan peliputan berita aksi tersebut.

Massa Aksi Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara.

Bagian 2: Tanggal 3 Mei 2017

  1. Pukul 11.00 wib, tim pengacara yang mengatasnamakan Tim KORAK (Koalisi Rakyat Anti Kriminalisasi) yang terdiri dari BAKUMSU, KONTRAS, dan LBH Medan mencoba melakukan audiensi dengan Kasat Intel Polresta dalam rangka mempertanyakan mahasiswa yang sedang ditahan oleh Polresta Medan. Namun upaya advokasi ini tidak terlaksana karena polisi mengatakan Kasat Intel Polresta tidak ada di kantor. Selain itu, pihak Polresta Medan juga melarang tim advokasi untuk bertemu dengan mahasiswa yang ditahan, dengan alasan: belum 1 kali 24 jam.
  2. Pukul 13.40 wib, massa mahasiswa atas nama Solidaritas Mahasiswa Medan (SOLMED) melakukan aksi demonstrasi di Kantor Polresta Medan dengan tuntutan meminta agar mahasiswa yang ditangkap segera dibebaskan. Aksi ini berjalan dengan damai.
  3. Pukul 15.00 wib, aksi Solidaritas Mahasiswa Medan (SOLMED) membubarkan diri di Taman Budaya Sumatera Utara.

Bagian 3: Tanggal 04 Mei 2017

  1. Tiga orang mahasiswa yang ditangkap oleh Polresta Medan akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aksi tersebut. Mereka adalah Abdul Azis Panjaitan, Rizki Halim, Juprianto.
  2. Sementara tiga orang mahasiswa yang lain tetap ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Medan. Mereka adalah Fikri Arif, Fadel M. Harahap, Sier Mensen. Selain itu juga terdapat satu orang warga sipil bernama Erlangga Kurniawan.
  3. Sekitar pukul 18.30 wib, seorang mahasiswa bernama Syahyan P. Damanik dari Lembaga Pers Mahasiswa ITM (Intitue Teknologi Medan) ditangkap oleh aparat keamanan di sekitar kampus ITM.

Foto mahasiswa yang ditahan pihak kepolisian

Bagian 4: Penggrebekan Sekretariat Forum Mahasiswa Anti Penindasan (Formadas) 04 Mei 2017

  1. Pukul 23.00 wib, Delapan orang berpakaian biasa mendatangi sekretariat Formadas dengan menggunakan mobil dan motor. Mereka memasuki sekretariat dan berkomunikasi dengan salah satu orang yang sedang berada di sekretariat (Namanya Cici) sambil menunjukan surat penangkapan untuk saudara Juned.
  2. Karena Juned tidak berada di sekretariat, mereka menyuruh Pak Ronal (Opa) yang berada di Sekretariat untuk masuk ke kamar dan menyuruh Opa membuka tas yang dicurigai milik Juned. Namun, karena tas itu bukan milik Juned, maka mereka kembali melihat kamar lain dan tidak menemukan apa-apa.
  3. Saat itu mereka ingin membawa sepeda motor yang diduga milik Juned, tetapi akhirnya mereka tidak jadi membawanya.
  4. Setelah memeriksa semua kamar yang ada di sekretariat, salah seorang dari anggota aparat kepolisian memerintahkan agar membawa Cici untuk dijadikan saksi.
  5. Opa juga ditanya dari lembaga mana, dan dia menjawab kalau dia hanya menginap di sekretariat.
  6. Sebelum aparat meninggalkan sekretariat, mereka berpesan agar si Juned segera menyerahkan diri.

Bagian 5: Kronologi Penggerebekan Sekretariat Formadas 05 Mei 2017

  1. Sekitar pukul 16.00 wib, personil kepolisian datang dengan menggunakan 2 unit mobil dan beberapa unit sepeda motor tanpa menggunakan seragam.
  2. Pihak kepolisian langsung masuk ke dalam sekretariat dan menyuruh Opa yang berada di sekretariat untuk membuka beberapa lemari yang ada di kamar.
  3. Menurut Opa, pihak kepolisian sempat mengambil gambar (memotret) beberapa kertas yang ada di atas meja sekretariat.
  4. Pihak kepolisian membawa sebuah poster dari sekretariat Formadas.
  5. Dalam penggerebekan tersebut, dilakukan penggeledahan terhadap beberapa berkas yang ada di dalam sebuah tas.

Bagian 6: Tanggal 05 Mei 2017

Mahasiswa yang bernama Syahyan P. Damanik dan Cici Arya dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

TUNTUTAN:

  1. Mendesak Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, untuk segera memecat Kapolresta Medan Kombes Pol Sandy Nugroho.
  2. Bebaskan seluruh mahasiswa yang ditangkap dan hentikan tindak kriminalisasi.

2 Comments

  1. Totop Troitua ST MSi

    Senin Mei 8th, 2017 at 04:38

    Ini kordinasi kordinator nya siapa ? SALAM FERSOLIMA FORUM SOLIDARITAS MAHASISWA – ITM 94″

    Maju bersama Rakyat Demi Nusa Bsngsa dsn Bahasa.

  2. Andreas Simamora

    Jumat Mei 12th, 2017 at 12:01

    Malu…Malu…Malu…
    Terhadap kinerja Polresta Medan
    Lawan…Lawan…Lawan…
    Terhadap penindasan
    #SaveMahasiswa
    #RIPHUKUMINDONESIa
    ✌✌✌

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *