Warga membuat sikap terhadap penmabangan pasir

Awal terjadinya penolakan aktivitas penambangan pasir besi oleh masyarakat Desa Selok Awar-Awar, dimulai sekitar bulan Januari 2015. Bentuk penolakan masyarakat berupa pernyataan sikap Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang dibentuk oleh 12 warga masyarakat, yaitu:

Bapak TOSAN, Bapak IKSAN SUMAR, Bapak ANSORI, Bapak SAPARI, Bapak SALIM/P. KANCIL, Bapak ABDUL HAMID, Bapak TURIMAN, Saudara M.HARIYADI, Saudara ROSYID, Saudara MOHAMMAD, IMAM, Saudara RIDWAN, Bapak COKROWIDODO.
Mereka melakukan gerakan advokasi protes tentang penambangan pasir yang mengakibatkan rusaknya lingkungan di Desa mereka dengan cara bersurat kepada Pemerintahan Desa Selok Awar-Awar, Pemerintahan Kecamatan Pasirian danPemerintahan Kabupaten Lumajang.

Sekitar Juni 2015, Forum warga menyurati Bupati Lumajang untuk meminta Audensi tentang penolakan tambang pasir. Tetapi tidak di respon oleh Bupati yang diwakili oleh Camat Pasirian. Audensi tersebut tentang keberatan Forum warga terhadap aktivitas penambangan yang izin penambangannya berkedok izin pariwisata.

Pada 9 September 2015, Forum warga melakukan aksi damai penyetopan aktivitas penambangan pasir dan penyetopan truk muatan pasir di Balai Desa Selok Awar-Awar, yang menghasilkan Surat Pernyataan Kepala Desa Selok Awar-Awar untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar.

Pada 10 September 2015, muncul pengancaman dan pembunuhan yang dilakukan oleh Tim Preman bentukan dari Kepala Desa Selok Awar-Awar kepada Bapak Tosan. Tim Preman tersebut diketuai oleh P. Desir. Sebelum itu juga ada beberapa anggota Forum warga yang pernah diancam oleh Tim Preman tersebut.

Pada 11 September 2015, perwakilan Forum warga melaporkan kejadian Tindak Pidana pengancaman ke Polres Lumajang; yang ditemui dan/atau diterima langsung oleh Kasat Reskrim Lumajang, yaitu Bapak Heri. Pada saat itu Kasat menjamin dan akan merespon pengaduan Forum yang telah dikordinasikan dengan pimpinan Polsek Pasirian.

Pada tanggal 19 September 2015, Forum warga menerima surat Pemberitahuan dari Polres Lumajang terkait nama-nama Penyidik Polres yang menangani kasus pengancaman tersebut.

Pada tanggal 21 September 2015, Forum warga mengirim Surat Pengaduan terkait Ileggal Mining yang dilakukan oleh oknum Aparat Desa Selok Awar-Awar di daerah hutan lindung Perhutani.

Pada tanggal 25 September 2015, Forum warga mengadakan kordinasi dan konsolidasi dengan masyarakat luas bahwa akan melakukan aksi penolakan tambang pasir dikarenakan aktivitas penambangan tetap berlangsung dilakukan oleh pihak Penambang. Rencana aksi dilakukan besok pagi harinya tanggal 26 September 2015 Pukul 07.30 WIB.

Pada tanggal 26 September 2015, kurang lebih pukul 08.00 WIB, terjadi penjemputan paksa dan penganiayaan terhadap 2 orang anggota Forum warga, yaitu Bapak Tosan dan Bapak Salim/ P. Kancil yang dilakukan sekelompok preman yang dipimpim oleh Desir, yang mengakibatkan meninggalnya Bapak Salim/P.Kancil, dan Luka Berat pada Bapak Tosan.

Kejadian Alur TKP Korban P. Tosan

Sekitar Pukul 07.00 WIB, Pak Tosan menyebar selebaran di depan rumahnya bersama saudara Imam, kemudian ada satu orang kebetulan melintas dan berhenti sempat marah-marah, setelah itu dia meninggalkan pak Tosan dan Imam.

Sekitar pukul 07.30 WIB, sekelompok preman sekitar kurang lebih 40 orang bermotor mendatangi P. Tosan kemudian mengeroyok. Sebelum melarikan diri, Imam, teman korban sempat melerai kemudian preman berbalik ingin menyerang Imam. Karena Imam sendirian dan preman memakai dan membawa kayu, batu dan clurit, Imam diminta korban untuk melarikan menyelamatkan diri dari lokasi tersebut. Kemudian pak Tosan melarikan diri dengan menaiki sepeda angin, namun masa terus mengejar. Pada saat di lapangan Persil, korban terjatuh, di aniaya dengan memakai pentungan kayu, pacul, batu dan celurit. Setelah korban terjatuh, preman sempat melindas dengan sepeda motor.

Kemudian setelah beberapa lama datang teman P.Tosan yaitu Ridwan yang telah menerima kabar bahwa P.Tosan dianiaya oleh 30 orang lebih. Lalu Ridwan hendak melerai preman agar melepaskan P.Tosan. Kemudian para preman berbalik hendak mengeroyok Ridwan. Lalu Ridwan menantang pimpinan preman, yang bernama Desir. Kemudian para preman berbalik dan meninggalkan P.Tosan yang sudah penuh luka berat dan Ridwan mengantarkan P.Tosan ke PUSKESMAS Pasirian dan dirujuk ke RSUD Lumajang dan RS.BHAYANGKARA Lumajang.

Kejadian Alur TKP Korban Alm. P.SALIM/ P.KANCIL

Setelah dari menganiaya P.Tosan, para preman menuju rumah P.Salim/Kancil. Selanjutnya para preman menjemput paksa P. Salim/kancil di rumahnya. Pada saat kejadian, Alm Pak Kancil sedang mengendong cucunya yang masih berusia sekitar 5 tahun. Melihat gerombolan preman datang kerumahnya, korban menaruh cucunya dilantai. Kemudian preman mengikat kedua tangan korban, memukuli dengan kayu dan batu. Kemudian preman membawa P.Salim/Kancil ke Balai Desa Selok Awar-Awar dengan cara diseret. Jarak rumah korban dengan Balai Desa sekitar 2 kilo meter. Pada saat di Balai Desa, korban sempat mendapat penyiksaan berat. Selain dipukuli, digergaji lehernya, Almarhum juga disetrum. Kejadian ini kurang lebih setengah jam; antara jam 08.00-08.30 WIB, sampai menimbulkan kegaduhan, dan terdengar suara kesakitan dari P. Salim/Kancil di Balai Desa tersebut, yang pada saat itu ada proses belajar mengajar disekolah anak-anak PAUD di Desa. Peristiwa itu sampai mengakibatkan proses belajar mengajar di hentikan dan dipulangkan. Kemudian preman menyeret P.Salim/kancil ke luar Balai Desa menuju tempat disekitar Makam Desa. Pada saat disekitar makam, korban diminta berdiri tangan terikat dan diangkat ke atas, kemudian preman membacok perut selama tiga kali namun tidak menimbulkan luka sama sekali, kemudian kepala korban di kepruk pakai batu dan mengakibatkan korban meninggal posisi tertelungkup dengan tangan terikat/diikat dengan tambang. Tubuh terutama kepala korban penuh luka benda tumpul, di dekat korban banyak batu dan kayu berserakan.

Menurut kesaksian dari Ridwan dan Imam, para preman berjumlah kurang lebih 40 orang. Mereka dipimpin oleh P. Desir, yang kesemuanya itu melakukan penganiayaan terhadap P.Tosan dan kemungkinan besar juga pelaku yang sama terhadap pembunuhan P. Salim/Kancil. Kesaksian Ridwan dan Imam telah dimintai keterangan di TKP oleh pihak Penyidik Polres Lumajang dan menyebutkan beberapa nama pelaku penganiayaan dan pembunuhan yang diketahui, yaitu:

DESIR
EKSAN
TOMIN
TINARLAP
SIARI
TEJO
ELI
BUDI
SIO
BESRI
SUKET
SIAMAN
JUMUNAM
SATUWI
TIMAR
BURI
MISTO
PARMAN
SATRUM
Dan Pelaku lainnya tidak diketahui namanya.

Untuk beberapa anggota Forum lainnya, pasca kejadian tersebut berada di Polsek Pasirian untuk meminta perlindungan keamanan.

Lumajang, 26 SEPTEMBER 2015

Investigasi

Achmad Zakky Qhufron, SH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.