Berita

Petani STI Diintimidasi Preman Bayaran

By  | 

Indramayu – Selasa (14/1) kemarin, para petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) kembali mendapat intimidasi dari kelompok yang diduga preman bayaran Perhutani. Menurut keterangan STI, preman yang jumlahnya diperkirakan hampir mencapai 200 orang tersebut menyatroni 3 basis STI, yakni basis Parean, Sesepan dan Cipondoh.

Tidak ada bentrokan fisik dalam peristiwa tersebut. Namun, para preman mengancam akan kembali dalam 2 hari untuk melakukan pengukuran lahan garapan petani yang akan diambil alih. Padahal, lahan-lahan tersebut sudah digarap para petani selama puluhan tahun. Meski tidak ada adu fisik, seorang petani di basis Sesepan menjadi korban dari kesewenangan para preman bayaran tersebut. Sebuah telepon genggam dan uang senilai Rp 500 ribu dirampas.

Seiring meningkatnya konflik lahan akibat adanya rencana pembangunan Waduk Bubur Gadung di Indramayu, para petani yang tidak ingin melepas lahannya terus mengalami teror dari aparat pemerintah dan milisi sipil bayaran. Bahkan hingga kini, 5 orang anggota STI masih menjalani sidang di PN Bandung akibat tudingan melakukan perusakan tempat umum.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.