Berita

Melawan Kejahatan Pertambangan, Warga Tumpang Pitu Ditahan

By  | 

Senin (4/9) pagi, Heri Budiawan, seorang warga pejuang lingkungan Tumpang Pitu asal desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi kembali mendatangi kantor kepolisian Resor Banyuwangi (Polres Banyuwangi). Kedatangannya guna memenuhi surat panggilan Polres Banyuwangi sehubungan dengan perkara tuntutan yang ia hadapi sebagai tersangka yang diduga melakukan tindak pidana melakukan penyebaran dan mengembangkan ajaran komunisme, marxisme-leninisme di muka umum dengan media tulisan (spanduk). Ia dijerat dengan pasal 170a UURI No. 27 Tahun 1999 Tentang Perubahan kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara.

Jika dirunut kembali ke belakang, pasal ini dituduhkan pasca berlangsungnya aksi pemasangan spanduk tolak tambang oleh warga Sumberagung dan sekitarnya di sepanjang jalan pantai Pulau Merah-Sumberagung hingga kantor kecamatan Pesanggaran pada 4 April 2017. Aksi warga tersebut dituduh oleh pihak aparat keamanan telah menggunakan logo mirip palu arit di spanduk aksinya. Dengan tuduhan tersebut, sedikitnya 22 warga Sumberagung diperiksa oleh pihak kepolisian Resor Banyuwangi (lihat Melawan Tambang, Puluhan Warga Banyuwangi Dikriminalisasi: http://selamatkanbumi.com/id/melawan-tambang-puluhan-warga-banyuwangi-dikriminalisasi/).

Menurut pengakuan warga yang diperiksa, tak sedikit pula yang juga diinterogasi oleh pihak militer setempat. Selanjutnya, pemeriksaan terhadap 22 orang warga tersebut, berujung kepada penetapan 4 orang menjadi tersangka (salah satunya adalah Heri Budiawan).

Tanpa terduga sebelumnya, pasca pemeriksaan tadi pagi di Polres Banyuwangi, Budiawan langsung digiring ke mobil kepolisian untuk selanjutnya dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi. Setibanya di Kajari, ia kembali menjalani beberapa pemeriksaan selama 1 jam.

Usai itu, ia yang didampingi oleh 2 orang pengacara dari Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda) mendapatkan keterangan dari pihak Kajari bahwa dirinya akan langsung ditahan.

Mendapatkan informasi tentang penahanan ini, puluhan warga Sumberagung yang turut serta dalam pemeriksaan ini langsung mendadak histeris. Mereka tidak terima dan berusaha untuk menghalang-halangi penahanan tersebut. Bahkan warga mengatakan jika Budiawan ditahan, maka seluruh warga yang ikut juga bersedia untuk ditahan bersama.

Atas penahanan ini, Bagio, selaku anggota tim kuasa hukum warga yang turut mendampingi Budiawan mengatakan bahwa penahanan terhadap Budiawan adalah bentuk upaya kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan. Ia menambahkan hal itu dikuatkan dengan lemahnya bukti-bukti yang diajukan oleh pihak penyidik. “Pihak penyidik tidak bisa menunjukkan di mana letak barang bukti spanduk yang dituduhkan”, ungkapnya.

Situasi yang Terus Mencekam
Pagi tadi sebelum memasuki kantor Polres Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan, Budiawan sempat menuturkan kepada selamatkanbumi.com bahwa Minggu (3/9) malam ia mendapatkan kabar, pihak kepolisian setempat menemukan sebuah barang yang mencurigakan di sekitar lokasi perusahaan tambang.

Barang tersebut dari kabar yang ia dapatkan diduga bom. Mendapatkan kabar ini, ia bersama rekan-rekannya mendadak kaget, dan berusaha untuk menggali informasi yang lebih lengkap.

Terkait hal tersebut, beberapa warga Tumpang Pitu mengatakan, bahwa bisa saja barang yang diduga bom itu diletakkan oleh orang-orang tertentu untuk menggeser isu perjuangan yang sedang mereka lakukan. Dan sekaligus memperbesar peluang bagi aparat keamanan negara untuk dapat melindungi kawasan industri pertambangan.

Hingga kini pasca penahanan Budiawan dan ditemukannya barang yang diduga bom tersebut, situasi di sekitar Tumpang Pitu mendadak ramai. Warga mulai khawatir kampung mereka semakin tidak kondusif. “Kami merasa sejak adanya kegiatan pertambangan di kampung kami, situasi sosial dan keamanan kami mendadak jadi tidak nyaman”, ungkap beberapa warga kepada selamatkanbumi.com.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *