Kronik

Kronologi pembantaian Petani Simalungun oleh PTPN III

By  | 

Kronologi kejadian bentrok antara petani dengan Pamswakarsa bayaran dan keamanan PTPTN III Kebun Bandar Betsy II, Kecamatan Bandar Huluan, Kabuapten Simalungun, Sumatera Utara.

Waktu kejadian: Kamis, 19 Juni 2015

Pukul: 09.00 WIB

Seratusan petani tengah bersiap-siap memasuki lahan seluas 151 hektar yang berada di lokasi Afdeling 36 Nagori Naga Jaya, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Lahan tersebut adalah lahan yang diyakini merupakan milik mereka (petani), namun terampas saat negara Orde Baru berkuasa. Saat hendak memasuki lahan, mereka tiba-tiba dikagetkan oleh penghadangan seratusan anggota PAMSWAKARSA bayaran dan sekuriti PTPN III di jalur jalan Simodong, Kecamatan Pematang Bandar dan Kampung Tempel Kecamatan Bandar.

Pukul: 10.00 WIB

Walaupun dilakukan penghadangan, petani berhasil memasuki lokasi lahan 151 hektar yang dituju dan mulai melakukan penanaman serta pembersihan lahan guna difungsikan sebagai areal pertanian palawija dan lainnya. Menghadapi situasi tersebut (kalah dalam jumlah massa), PAMSWAKARA bayaran dan sekuriti PTPN III mundur dari lapangan.

Pukul: 10.30 WIB

PAMSWAKARSA bayaran dan sekuriti PTPN III kembali muncul di lahan dalam jumlah yang semakin bertambah banyak. Kira-kira berjumlah tiga ratusan orang, dan mereka datang membentuk formasi satu barisan dengan menenteng kayu dengan ukuran panjang 80 cm dan berdiameter 5 cm. Selanjutnya, tanpa diduga, mereka melakukan pemukulan secara membabi buta terhadap petani, baik laki-laki dan perempuan, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan berat.

Pukul: 11.00 WIB

Pasca penyerangan tersebut, petani tidak lagi berada di lokasi lahan, melainkan harus menemani rekan-rekan mereka yang dilarikan ke RSU Perdagangan untuk menjalani perobatan. Namun sebagian petani yang lain, juga dibawa ke kantor Mapolsek Perdagangan oleh polisi untuk dimintai keterangan. Hal yang paling terlihat ganjil dalam peristiwa ini adalah pihak PAMSWAKARSA bayaran dan sekuriti PTPN III tidak ada yang dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

Dari peritiwa penyerangan brutal tersebut, 9 orang petani menjadi korban, yaitu :

  1. Sahat Siringo – Ringo (50), laki laki; Kepala bocor dan memar-memar di bagian badan.
  2. Ramli Sianipar (49, laki laki; Kepala bocor dan memar dibagian tangan.
  3. Saut H Siahaan (49), laki laki; Kepala bocor dan luka di bagian wajah.
  4. B Sagala (54), laki laki; Kepala bocor dan memar wajah serta tangan.
  5. Andi Sagala (22), laki laki; Kepala bocor dan memar di wajah serta badan.
  6. Ibu Sijabat (35), perempuan; Kepala luka dan memar di kaki.
  7. Siringo (50), perempuan; Kepala luka dan memar di tangan.
  8. Abdul malik (56), laki-laki; Kepala luka dan memar tangan
  9. Yakub Pardede(45), laki laki; Kepala luka dan memar.

Sumber: Laporan resmi Lingkar Rumah Rakyat (LRR) Simalungun kepada redaksi selamatkanbumi.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.