Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik menyatakan ada tindakan kekerasan aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian Kota Bandung saat melakukan penggusuran di RW 11 kelurahan Tamansari Bandung, Jawa Barat kemarin, (12/12).

Komnas HAM sudah melihat video kekerasan yang beredar. Bagi Taufan Damanik tindakan aparat tersebut berlebihan. Baginya apapun yang diupayakan semestinya tidak perlu ada tindakan kekerasan meskipun sedang melakukan tugas.

“Polisi tidak boleh melakukan kekerasan,” ujar Taufan Damanik di sela-sela menutup kegiatan HAM di gedung Komnas HAM, Jum’at (12/13).

Taufan Damanik sudah meminta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi untuk menindak anggotanya yang diduga melakukan kekerasan. Video yang beredar menurutnya menjadi bukti kuat untuk mengungkap pelaku dari aparat.

“Komnas HAM sudah memberikan pesan kepada Kapolda supaya bertindak tegas,” ungkap Damanik.

Diketahui, Pemerintah Kota Bandung sejak 2017 berencana membangun proyek rumah deret di kawasan pemukiman Tamansari. Upaya tersebut mendapat penolakan dari warga hingga berujung di peradilan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Pemkot Bandung melakukan penggusuran berdasarkan Surat Keputusan Kepala  Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Nomor 538.2/135A/DPKP3/2017 tentang penetapan Kompensasi Bangunan Mekanisme Relokasi dan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Deret Tamansari.

Taufan Damanik mengaku kaget dengan adanya penggusuran itu. Menurutnya, karena proses hukum masih berjalan, semestinya Pemkot bisa menghargai proses tersebut.

“Pengadilan masih berjalan tapi sudah ada eksekusi. Proses hukum seharusnya ditunggu, selain itu karena ada upaya hukum lain, ada banding, kasasi, meski lama tapi menempuh jalur hukum memang lama,” ungkap Damanik.

Di tengah situasi ini, Komnas HAM berencana akan menurunkan tim untuk memastikan kondisi warga dengan harapan warga bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.

“Pasca ini pasti akan ke sana,” kata Damanik.

Peristiwa penggusuran ini, sedikitnya telah menyebabkan 33 KK terampas ruang hidupnya.

Penulis: Abdus Somad

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.