Video Liputan

Pengosongan Lahan untuk Proyek Bandara Tidak Disetujui Warga

By  | 

Rencana pengosongan lahan atau land clearing untuk pra konstruksi Bandara Baru Internasional Yogyakarta (NYIA) direalisasikan kembali 8 dan 9 Januari 2018, setelah masa tenang karena sorotan berbagai pihak terhadap PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pelaksana proyek.

Rekaman ini diambil Senin, 8 Januari 2018 di beberapa titik yang masuk wilayah lima desa terdampak langsung. Merujuk pada dokumen perencanaan pembangunan, tahap pengosongan lahan ini dijadwalkan Desember 2017. Namun, karena penolakan dan penjagaan warga dibantu pihak-pihak yang bersolidaritas, pengosongan lahan mundur dari jadwal.

Penundaan terutama terjadi karena gencarnya kekerasan yang dilakukan aparat Kepolisian, khususnya dari Kepolisian Sektor Temon dan Kepolisian Resor Kulonprogo. Kedua pihak ini dibantu TNI dan instansi lain diposisikan sebagai pendukung proyek NYIA dalam sektor keamanan, konstruksi, hingga tata kelola administrasi pembebasan lahan.

Bagi warga, posisi pihak-pihak yang bekerja sama dengan AP I tidak menjelaskan apapun tentang tuntutan warga atas keadilan dalam pelaksanaan proyek strategis nasional ini. Pihak seperti aparat Kepolisian dan kontraktor justru menjadi momok harian bagi warga penolak yang hampir seluruhnya bertani di atas tanah bersertifikat hak milik, dan belum terjadi persetujuan untuk melepas hak antara pemilik dengan AP I.

Karena keabsahan hak milik inilah, warga dan jaringan solidaritas penolak bandara NYIA menjadikan diri mereka sebagai pagar hidup untuk melindungi lahan-lahan pertanian, yang dalam video ini nampak sengaja dirusak atau dihancurkan oleh alat berat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *