Pernyataan sikap atas terjadinya penganiayaan dan ditangkapnya Rismaludin, salah seorang petani dari Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubay, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan.

Pada tanggal 4 Agustus 2015, pukul 14.00 WIB telah terjadi penganiayaan terhadap Rismaludin, seorang petani Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubay, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang dilakukan oleh Preman PTPN VII Beringin. Penganiayaan tersebut telah mengakibatkan Rismaludin mengalami luka serius di bagian kepala hingga berdarah karena dipukul dengan benda tumpul.

Pasca kejadian tersebut, bukanlah pengusutan penganiayaan oleh pihak kepolisian yang terjadi, melainkan Rismaludin malah dibawa oleh pihak kepolisian ke kantor Polres Muara Enim dan ditangkap atas tuduhan telah melakukan perusakan aset milik PTPN VII.

Kasus kekerasan agraria yang dialami oleh Rismaludin ini di tengarahi bermula dari konflik agraria yang berkepanjangan antara rakyat dan PTPN VII. Di mana konflik tersebut telah mengakibatkan perampasan tanah rakyat oleh PTPN VII pada tahun 1983. Perampasan itu telah mengakibatkan tanah seluas 1.414 hektar milik rakyat melayang dan dikuasai oleh PTPN VII hingga kini.

Maka terkait dengan konflik agraria yang kami alami ini dan juga atas penganiayaan yang dialami oleh rekan kami Rismaludin, dengan merujuk pada regulasi yang ada; UUD 1945, pasal 33 ayat 3 dan UUPA, kami menegaskan bahwa:

  1. Dengan kehadiran PTPN VII Beringin, kami merasa tidaklah membuat petani menjadi sejahtera dan tidak menjadikan tanah tersebut berfungsi sosial.
  2. PTPN VII telah merampas lahan kami dari sejak tahun 1983.
  3. Secara turun temurun dan dibuktikan dengan tanaman yang ada serta makam leluhur, sudah sepatutnya petani di Muara Enim mempunyai hak atas lahan tersebut dan PTPN VII wajib mengembalikan tanah tersebut kepada petani.
  4. PTPN VII telah menggerakkan dan membayar preman untuk mengintimidasi, menganiaya dan menghalangi petani yang menuntut haknya; seperti yang telah di alami oleh Rismaludi sekarang ini.

Dan oleh karena itu, kami menyatakan:

  1. Meminta kepada Presiden Jokowi memerintahkan kementerian BUMN agar PTPN VII Beringin ditinjau kembali izinnya, karena tidak mensejahterakan rakyat dan terindikasi merugikan negara.
  2. Mendesak Pemerintahan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Muara Enim agar berpihak kepada Petani dengan merekomendasikan mengembalikan lahan petani seluas 1.414 hektar.
  3. Agar PTPN VII Beringin mengembalikan lahan petani seluas 1.414 hektar kepada rakyat di 2 desa (Desa Pagar Dewa dan Sumber Mulya), yang dimiliki oleh 700 KK yang di rampas PTPN VII Beringin sejak tahun 1983.
  4. Agar pihak kepolisian mengusut pelanggaran HAM yang dilakukan PTPN VII Beringin.
  5. Meminta Polres Muara Enim membebaskan Rismaludin.
  6. Mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan yang di alami oleh Rismaludin; petani dan pejuang agraria yang menuntut hak nya atas tanah seluas 1.414 hektar yang dirampas oleh PTPN VII.
  7. Stop intimidasi, kekerasan dan penganiayaan kepada petani.

Ditulis oleh:

DPW Sarekat Hijau Sumatera Selatan

Pimpinan Daerah Mahasiswa Hijau Sumatera Selatan

Kelompok Pecinta Alam Restoe Boemi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.