Solidaritas

Pernyataan Sikap KPA untuk Mengecam Tindakan Polres Kulon Progo

By  | 

Mengecam Tindakan Polres Kulon Progo yang Menangkap Mahasiswa Solidaritas untuk Kulon Progo

5 desember 2017, 12 orang yang bersolidaritas terhadap warga Kulon Progo penolak bandara saat ini ditahan oleh kepolisian dengan tuduhan provokasi. Penangkapan ini dilakukan dengan cara kekerasan. Data yang berhasil kami himpun, kepala seorang warga, yang bernama Hermanto bocor, salah seorang warga lainnya, Fajar, yang mempunyai rumah di desa Palihan diseret aparat. Jalan depan mesjid dibego sehingga tidak ada akses untuk lewat & pohon ditumbangkan persis depan posko warga.

Aparat kepolisian tidak mengindahkan kecaman publik terhadap tindakannya selama seminggu ini, setelah minggu lalu dengan cara kekerasan diluar batas kemanusiaan mengosongkan desa Palihan. Warga yang menolak digusur untuk pembangunan bandara NYIA telah mengalami ketidakadilan berkali-kali, mulai dari pemutusan aliran listrik, pembongkaran dan pengrusakan rumah tinggal, intimidasi yang dirasakan langsung ke rumah-rumah yang membuat anak-anak takut dan orang tua sakit, dan yang paling tragis adalah tercabutnya hak mereka untuk hidup serta hak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya seperti yang tercantum dalam konstitusi.

Kondisi yang mereka alami sekarang sangat meprihatinkan. Malam yang tanpa listrik, jalan yang diblokade dan bertahan hidup tanpa kepastian. Berdasarkan pengamatan KPA, korban pembangunan infrastruktur seperti seringkali mengalami penindasan yang teramat parah. Selain di Kulon Progo, kejadian semacam ini juga terjadi di Majalengka, Jawa Barat. Warga yang menolak pembangunan dianggap sebagai pengacau sehingga harus disingkirkan tanpa mengindahkan prinsip negara hukum dan hak asasi manusia.

Warga yang berada di dalam lokasi pembangunan bandara adalah warga negara Indonesia yang hak-haknya dijamin dalam konstitusi. Semua pihak termasuk PT. Angkasa Pura, PT PP, PLN dan bahkan negara tidak bisa sewenang-wenang melakukan pengusiran secara paksa dan bahkan melakukan tindakan kekerasan terhadapnya.

Oleh karena itu Konsorsium Pembaruan Agraria mendesak agar:
1. Pihak kepolisan segera membebaskan seluruh mahasiswa yang ditahan karena bersolidaritas terhadap warga

2. Hentikan seluruh proses pembangunan New Yogyakarta International Airport Kulonprogo;

3. Kembalikan hak-hak warga yang selama ini terampas karena pembangunan bandara.

Jakarta, 6 Desember 2017
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

Dewi Kartika
Sekretaris Jendral

Narahubung:
Adi – 081389651948

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *