Berita Terkini

PLTU Cilacap dan Berbagai Persoalan Lingkungan

By  | 

Cilacap – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah Cilacap telah mengakibatkan banyak dampak lingkungan yang mengganggu kesehatan warga. Hal ini terbukti dengan menurunnya kualitas udara di Dusun Winong, Slarang.

Setiap harinya kini masyarakat Winong dan sekitarnya harus menghirup asap, debu, dan abu batubara. Selain itu pasca dioperasikannya aktifitas penimbunan abu terbang dan abu dasar di lokasi tersebut juga mengakibatkan terjadinya intrusi air laut dan mengeringnya sumur- sumur warga.

Situasi tersebut sekarang bahkan semakin diperparah dengan adanya penambahan unit 3. Seperti diketahui pengelolaan limbah B3 dikawasan tersebut dikelola oleh PT. S2P.

Untuk merespon berbagai permasalahan lingkungan yang ada, warga Winong telah mencoba mengajukan surat audiensi kepada Bupati Cilacap.  Namun, menurut warga respon pemerintah Kabupaten Cilacap terkesan sangat lamban.

Seperti dilansir dari Mongabay.co.id bahwa emisi pembangkit listrik tenaga batubara akan menyebabkan kerusakan lapisan ozon yang akan mengakibatkan permasalahan kesehatan terhadap makhluk hidup.

“Emisi dari pembangkit listrik tenaga batubara membentuk partikel dan ozon merugikan kesehatan manusia. PLTU membuat polusi meningkat,” kata peneliti Universitas Harvard, Shannon Koplitz, dalam konferensi jarak jauh bersama media di Jakarta, Rabu (12/8/15).

Atas peristiwa ini, berbagai organisasi masyakat sipil seperti FMWPL, JPLC, WALHI Jawa tengah dan LBH Yogyakarta juga menduga bahwa  PT. S2P  telah melanggar ketentuan hukum pasal 50 ayat (1) dan pasal 69 ayat (1)  peraturan daerah kabupaten Cilacap nomor 5 tahun 2016 tentang izin lingkungan dan izin pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup terkait dengan pemenuhan kewajiban untuk mentaati  dan mematuhi persyaratan dan kewajibannya dalam penyelenggaraan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup sehingga mengakibatkan dampak lingkungan yang dialami oleh masyarakat Dusun Winong.

Mereka mendesak Bupati Cilacap untuk segera melakukan tindakan penyelesaian, melalui sidak dan investigasi dan bertemu warga terdampak. Dalam rilisnya yang tertanggal 27 Agustus 2018, organisasi masyarakat sipil tersebut juga mendesak Bupati Cilacap untuk menerbitkan dan menginformasikan hasil pengukuran ambient udara dan hasil pengukuran sampel air sumur warga yang pernah dilakukan oleh DLH Kabupaten pada awal tahun 2018.

Bahkan dalam poin lanjutannya, mereka juga mendesak Bupati Cilacap untuk menjatuhkan sanksi pencabutan ijin dan menghentikan kegiatan penimbunan limbah B3 abu batubara dilokasi dekat pemukiman masyarakat apabila PT. S2P tidak menjalan sanksi teguran dan paksaan pemerintah.

Kontributor: Yuni

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.