Berita

Polisi Bubarkan Paksa Aksi Nelayan Indramayu

By  | 

Indramayu-Senin, 17 Febuari 2014 pukul 11.00 WIB, kurang lebih 3000 orang nelayan yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu (FNB) melakukan aksi unjuk rasa di PT Pertamina, Balongan.

Pengunjuk rasa menuntut segera dilaksanakannya kesepakatan antara Ditjen Migas, Ditjen Perikanan Tangkap, BPH Migas, dan PT Pertamina. Kesepakatan diantara 4 (empat) lembaga tersebut  Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2013, Surat Sesmenko Perekonomian Nomor S-230/SES.M.Ekon/07/2013, Permen ESDM No. 18 Tahun 2013 pada pokoknya berisi pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk  kapal nelayan di atas 30 GT.

Kepolisian Resor Indramayu yang bertugas melakukan pengamanan unjuk rasa melakukan pembubaran paksa kepada pengunjuk rasa dengan melakukan tindakan represi. Puluhan orang mengalami luka-luka dan puluhan orang yang lain dibawa ke Markas Kepolisian Resor Indramayu.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mengutuk segala tindakan pembubaran paksa yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Indramayu, serta mendesak kepada Pemerintah, Kapolri, Komnas HAM segera melakukan penyidikan ihwal dugaan pelanggaran hak asasi manusia untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat yang dijamin dalam Pasal 28 ayat (3) UUD 1945, Pasal 23 ayat (2) dan Kovenan Sipil Politik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.