Berita

Polisi Tangkap Paksa 12 Orang Di Rumah Warga

By  | 

Jogjakarta (12/5)—Ratusan aparat kepolisian bersama perangkat Desa Palihan, Kulon Progo, menggeruduk paksa salah satu rumah warga yang konsisten menolak kehadiran pembangunan New Yogyakarta Airport International (NYIA). Polisi menuding alasan warga menolak pembangunan bandara NYIA tersebut merupakan tindakan provokasi. Alhasil, sebanyak 12 orang pemuda yang turut bersolidaritas dengan warga tersebut, yang tergabung dalam aksi solidaritas “Jogja Darurat Agraria” diangkut paksa.

Sebelum mengangkut paksa 12 orang pemuda, sekitar pukul 10:15 WIB aparat kepolisian bersama perangkat Desa Temon, desa yang bersebelahan langsung dengan Palihan, juga menginstruksikan agar seluruh orang-orang yang turut bersolidaritas keluar dari lokasi pembangunan bandara NYIA. Aparat menuduh bahwa warga yang menolak pembangunan bandara NYIA juga tidak mengantongi izin lokasi.

Atas tuduhan itu, aparat kepolisian dan perangkat Desa Temon meminta 12 pemuda yang ditangkap menyerahkan Kartu Identitas Penduduk (KTP). Wakapolres Kulon Progo, Kompol Heru Muslimin mengatakan kalau 12 pemuda yang bersolidaritas tidak minta izin terlebih dahulu dari aparat desa dan membuat surat pemberitahuan kepada Polres Kulon Progo.

Peristiwa penangkapan paksa itu telah mengakibatkan salah seorang warga yang bernama Herman mengalami pecah kepala. Sampai berita ini diturunkan, kondisi 12 pemuda yang ditangkap paksa diangkut menuju Polres Kulon Progo untuk dimintai keterangan.

Adapun nama dari 12 pemuda yang ditangkap, yaitu: Andre, Imam (LPM Ekspresi), Muslih (FNKSDA), Kafabi (Universitas Islam Negeri), Rifai (Universitas Mercubuana), Wahyu (Universitas Islam Negeri), Fahri (LPM Rethor), Rimba (LPM Ekspresi), Samsul (LFSY), Chandra (LFSY), Mamat (Universitas Islam Negeri) dan Yogi (Universitas Negeri Solo).

Menilai sikap ini, kordinator lapangan, Adi, menyatakan “mengutuk keras tindakan serampangan aparat kepolisian dalam penangkapan 12 pemuda yang bersolidaritas.” Lebih lanjut, Adi juga meminta dukungan lebih kuat dari seluruh organisasi gerakan rakyat di Indonesia untuk membebaskan kawan-kawan solidaritas yang sedang ditangkap.

Baca Kronologi Penangkapan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *