Berita Terkini

Putusan Terhadap Demonstran 1 Mei 2018

By  | 

Yogyakarta – Aksi May Day yang berlangsung pada 1 Mei 2018 lalu di pertigaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta berakhir dengan penangkapan terhadap 12 orang demonstran. Dari penangkapan itu, saat ini 4 orang demonstran telah mendapatkan putusan hukum dari Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Mereka dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dan divonis 5 bulan 15 hari pada Selasa (2/10) pukul 4 sore.

Mereka adalah IB (21 tahun), E (21 Tahun), ZK( 21 Tahun), H (21 Tahun). Dalam pembacaan putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa keempat demonstran yang selanjutnya disebut sebagai terdakwa tersebut telah melanggar pasal 170 KUHP dan pasal 406 ayat 1 KUHP serta terbukti melakukan tindakan kekerasan dengan merusak fasilitas negara.

“Mengadili, satu menyatakan terdakwa telah melakukan tindak pidana dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap, kedua menjatuhkan pidana terhadap terdakwa masing-masing selama 5 bulan dan 15 hari,” terang Ali Sobiri selaku majelis hakim yang memimpin sidang.

Menangapi putusan tersebut, kuasa Hukum ZK dan H menyatakan menerima putusan hakim dengan tidak melakukan banding terhadap amar putusan yang dijatuhkan. Hal itu dilakukan karena putusan majelis hakim dirasa sudah adil.

“Kalau melihat dari putusan majelis hakim, ada lima bulan 15 hari. Nah para terdakwa dalam persidangan ini sudah menjalani masa hukuman selama lima bulan lima hari, kami tidak mengajukan upaya hukum putusan hakim, itu sudah sesuai dengan apa yang kami inginkan dan terdakwa inginkan,’’ kata Andi Muhammad Ashari Makkasau selaku kuasa hukum terdakwa saat usai menjalani sidang.

Mendengar putusan yang dibacakan, Z juga menyatakan menerima putusan itu. Ia berpesan kepada mahasiswa dan jaringan akar rumput untuk terus memperjuangkan hak masyarakat yang dirampas. Ia juga menyatakan agar kampus tidak hanya menjadi menara gading.

“Mahasiswa jangan terlalu pragmatis, tetap menyuarakan, memperjuangkan orang yang berada di akar rumput. Kampus jangan selalu menjadi menara gading, civitas akademika harus tahu masyarakat yang tertindas,’’ kata Z usai menjalani sidang putusan di PN Sleman.

Dalam pantauan selamatkanbumi.com, situasi persidangan dipenuhi oleh kelompok mahasiswa yang datang untuk bersolidaritas. Beberapa diantaranya membawa bunga sebagai tanda bukti dukungan terhadap rekan-rekan mereka. Yang menarik setelah putusan sidang, para demonstran yang divonis bersalah oleh PN Sleman itu memberikan bunga tersebut untuk majelis hakim.

Seperti yang diketahui, aksi May Day 2018 di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berakhir ricuh ini, tidak hanya menyuarakan isu-isu perburuhan, melainkan juga mengangkat isu-isu konflik agraria yang terjadi di Yogyakarta. Salah satunya adalah kasus penggusuran ruang hidup warga Temon, Kulon Progo, akibat terus meluasnya pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Sebagian besar para demonstran yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kericuhan Mayday tersebut adalah para relawan yang aktif menyuarakan penolakan pembangunan bandara NYIA.

Kontributor: Abdus Somad

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.