Berita

Tolak Pabrik Semen, kaum Perempuan Kendeng aksi jalan kaki 100 Kilometer

By  | 

Demak – Senin siang (16/11/2015), rombongan aksi massa Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), telah tiba di Kabupaten Demak. Sebelum tiba di Demak, mereka telah menempuh perjalanan panjang, sekitar 70 kilometer, dengan berjalan kaki dari Pati. Rencananya, aksi jalan kaki ini akan dilanjutkan hingga Semarang. Saat ini, pukul 14.00 WIB,  rombongan JMPPK memutuskan  untuk beristirahat sejenak di komplek makam Sunan Kalijaga, Kadilangu, dan berencana akan melanjutkan aksi kembali pada pukul 18.00 WIB.

Aksi jalan kaki yang akan menempuh perjalanan lebih dari 100 kilometer ini diikuti oleh 300-an warga yang berasal dari Pati dan daerah pegunungan Kendeng sekitarnya, seperti Blora dan Rembang. Aksi yang dilakukan oleh JMPPK ini ditujukan untuk menuntut pemerintah membatalkan rencana pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng dan membatalkan Keputusan Bupati Pati Nomor. 660.1/4767 Tahun 2014.

Menurut Ani, salah seorang perempuan peserta aksi yang berasal dari desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, mengatakan bahwa dengan hadirnya pabrik semen di desanya justru akan menghancurkan kehidupan pertanian dan ekonomi warga. Karena sumber mata air yang ada di desanya akan rusak dan menghilang. “kami tidak rela jika desa kami, dan desa-desa lainnya di sekitar pegunungan Kendeng dirusak oleh pertambangan, kami tidak butuh tambang”, tambahnya.

Selain diikuti oleh warga pegunungan Kendeng, aksi jalan kaki ini juga mendapat dukungan dan solidaritas dari beberapa daerah, seperti Indramayu, Porong dan Yogyakarta. JMPPK menargetkan akan tiba di Semarang pada Selasa (17/11/2015), 07.00 WIB dini hari. Dan selanjutnya, pukul 09.00 WIB akan berkumpul di kantor pengadilan PTUN Semarang, untuk mendesak hakim PTUN mengabulkan tuntutan warga JMPPK. (Fan).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *