Prev2 of 5Next
Gunakan ← → (tanda panah) untuk melanjutkan

CIRAHAB DAN PROFIL WARGA PADARINCANG

Cirahab diapit dari dua area penting; Rawa Danau dan Gunung Karang yang memiliki potensi aktif.

Rawa Danau

Rawa Danau terletak di sebelah utara Cirahab, di apit diantara Kecamatan Padarincang, Gunungsari, dan Mancak di kabupaten Serang, Rawadano kaya akan ekosistem seperti binatang reptil, ular, buaya dan 250 jenis burung yang bermukim diluas areal 2.500 ha yang merupakan rawa dan danau. Rawadano memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan, selain memiliki keindahan panorama yang eksotic, akses transportasi yang baik dapat ditempuh dari segala arah, ditopang oleh pariwisita Pantai Anyer dan Ibu kota, dan potensi lain yang dimiliki ialah kandungan karbon, Rawadano merupakan area konservasi alam yang telah mendapatkan perhatian dunia untuk dipertahankan eksistensinya, memiliki fungsi penting bagi keseimbangan alam dan berstatus sebagai empedu bumi yang harus dijaga kelestariannya.

Rawa Danau mendapatkan pasokan air dari beberapa sungai di Padarincang, seperti sungai Kalumpang, Sungai Cibojong, sungai Cilehem dan termasuk dari Cirahab. Cirahab termasuk pemasok air terbesar bagi ketersediaan air di Rawa Danau. Tetapi dalam beberapa catatan survey menunjukan saat ini telah terjadi penurunan volume air di luar aktivitas produksi industri. Sungai Cibojong telah mengalami pendangkalan yang cukup signifikan karena aktifitas penebangan liar di daerah hulu, hal serupa terjadi pada sungai Cilehem, menyusul Cikalumpang yang mulai tampak indikasi penurunan pertahunnya.

Limpahan air dari Rawa Danau ini dimanfaatkan oleh PT. Krakatau Tirta Investama untuk kebutuhan industri termasuk bagi kebutuhan harian masyarakat di kota Cilegon. Rawa Danau tidak sekedar cagar alam rawa, namun memiliki hidden potensi sebagai industri karbon. Rawa Danau merupakan rawa dan danau yang gambut memiliki kandungan unsur karbon (C). Menurut berbagai studi, kandungan karbon yang terdapat dalam gambut di dunia sebesar 329-525 Gt atau 35% dari total karbon dunia. Sedangkan gambut di Indonesia memiliki cadangan karbon sebesar 46 GT (catatan 19 GT sama dengan 10 ton) atau 8 14% dari karbon yang terdapat dalam gambut di dunia.

Adanya perusahaan pabrik aqua di Padarincang akan mengganggu ekosistem Rawa Danau, menyusutnya air, kerusakan hutan, terancamnya kehidupan mahluk didalamnya dan kelestarian rawadanao itu sendiri.

Gunung Karang

Gunung Karang terletak di Sebelah Selatan kecamatan Ciomas dan Padarincang yang relatif dekat dengan Cirahab. Terdapat beberapa sumber air panas di Padarincang yang berasal dari Gunung Karang ini. Aliran Sumber air panas ini secara geografis relatif dekat dengan Cirahab sebagai lahan yang akan dijadikan area eksploitasi air oleh PT. Tirta Investama.

Banyak warga menghawatirkan jika eksploitasi air bawah tanah ini dilakukan di Cirahab dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang akan terjadi penurunan kuantitas air dingin yang memungkinkan akan ada dominasi air panas di wilayah Padarincang.

Cirahab terletah di desa Curug Goong Kecamatan Padarincang, 10 kilo meter dari arah Palima menuju Anyer, dan terdapat beberapa kecamatan yang memungkinkan terkena dampak eksploitasi air di area ini, antara lain;

1. Kecamatan Ciomas dan Pabuaran terletak di sebelah timur,
2. Kecamatan Cinangka, dan Anyer di Sebelah barat,
3. Kecamatan Mancak dan Gunung Sari di sebelah selatan di mana sebagian besar luas Rawa Danau terletak di kecamatan ini.

Penggunaan Atas Air

Secara turun temurun mata air Cirahab digunakan oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, ratusan hektar sawah mendapatkan pasokan air bagi kebutuhan tanaman padi dan tanaman lainnya, petani mendapatkan berkah dari limpahan air yang keluar dari Cirahab ini.

Warga sekitar dapat memanfaatkan keindahan alam Cirahab untuk berekreasi, satu-satunya area wisata air di Padarincang yang dapat dimaksimalkan jika tidak karena akan adanya pembangunan pabrik Danone, satu kebanggaan warga Padarincang akan hilang oleh satu kekeliruan kebijakan pemerintah yang mengizinkan PT. Tirta Investama melakukan eksploitasi air di sana.

Beberapa kampung yang berdekatan di area Cirahab yang akan menerima dampak langsung antara lain:

1. kampong Sukaraja
2. Kampung Sukamanah
3. Kampung Eksodan
4. Kampung Cibetus
5. Kampung Cilehem

Jumlah Kepala Keluarga (KK) per Desa di Kecamatan Padarincang

1. Curug Goong, 742 KK
2. Cisaat, 553 KK
3. Citasuk, 1596 KK
4. Batu Kuwung, 1526 KK
5. Padarincang, 1648 KK
6. Kalumpang, 1112 KK
7. Bugel, 1173 KK
8. Cibojong, 1048 KK
9. Keramat Laban, 987 KK
10. Kadu Beureum, 1372 KK
11. Barugbug, 473 KK
12. Ciomas, 1356 KK
13. Cipayung, 947 KK
14. Kadu Kempung, jumlah KK tidak diketahui

Sebagian besar dari seluruh warga di Padarincang ini memanfaatkan air sumur dengan kedalaman rata-tara 8-14 meter , sebagian yang lain menggunakan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi.

Sementara beberapa desa yang posisinya berada di atas kawasan Cirahab sering kesulitan mendapatkan air disaat musim kemarau.

Jumlah Penduduk per Kecamatan

1. Padarincang, 31.634 laki-laki dan 29.793 perempuan
2. Ciomas, 19.175 laki-laki dan 17.967 perempuan
3. Pabuaran, 19.669 laki-laki dan 18.279 perempuan
4. Cinangka, 27.768 laki-laki dan 25.536 perempuan
5. Gunungsari, 10.063 laki-laki dan 9.281 perempuan
6. Anyer, 26.435 laki-laki dan 25.233 perempuan
7. Mancak, 22.488 laki-laki dan 20.687 perempuan

Prev2 of 5Next
Gunakan ← → (tanda panah) untuk melanjutkan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.