Krisis Ekologi: Catatan Terkini Kasus Tumpang Pitu Dua puluh tahun pasca tumbangnya rejim otoritarian Orde Baru, ruang hidup rakyat hampir di seluruh kepulauan Nusantara terlihat terus semakin menciut. Kawasan-kawasan penting yang menjadi jantung ekonomi, sosial, budaya, dan ekologi rakyat telah berubah menjadi pusat-pusat akumulasi kapital dalam berbagai bentuk (perkebunan, pertambangan,...
Senin, 18 September 2017 sekitar pukul 13:15 alat berat masuk ke lahan pertanian warga penolak bandara. Melihat hal tersebut warga berkumpul di lokasi dan menghadang alat berat karena sebelumnya alat berat tersebut telah merusak lahan pertanian warga. Di lokasi yang sama, terlihat pihak Angkasa Pura I (AP I) dan...
Disusun oleh: Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat Untuk Kedaulatan Agraria (Tekad Garuda)   Heri Budiawan alias Budi Pego ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi pada tanggal 4 September 2017, karena keterkaitannya dengan aksi menolak tambang emas di hutan Tumpang Pitu yang diselenggarakan pada tanggal 4 April 2017 di Pesanggaran, Banyuwangi. Ia ditetapkan sebagai tersangka yang...
Pada 27 November 2017 sekitar pukul 09:00 pagi, beberapa rumah warga kami (penolak bandara Kulon Progo) di Desa Palihan didatangi oleh pihak Angkasa Pura (AP) I, PT Pembangun Perumahan (PT-PP), dan PT Surya Karya Setiabudi (PT-SKS). Mereka dikawal 400 personil oleh Satpol PP, Aparat Kepolisian, Militer, dan beberapa tidak...
Meluasnya industri ekstraktif di pesisir selatan Jawa Timur belakangan ini, terus memicu laju krisis sosial-ekologis semakin meningkat tajam dalam bentuk yang kompleks dan rumit. Hal ini salah satunya dapat kita temui dalam kasus pertambangan Tumpang Pitu-Banyuwangi. Sejak beroperasinya kegiatan industri pertambangan di bukit Tumpang Pitu-Banyuwangi, yang dilakukan oleh PT. Bumi...
Hingga hari ini, warga Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah masih tetap menolak keberadaan pabrik semen PT Semen Indonesia di daerahnya. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai dari audiensi, gugatan ke PTUN hingga aksi blokir jalan. Kamis kemarin (27/11/2014), warga yang didominasi ibu-ibu memblokade jalan menuju tapak pabrik. Aksi itu pun...
Pembangunan infrastruktur selalu diandaikan pembangunan yang akan mengabdi bagi kepentingan umum. Namun, siapa sebetulnya yang disebut ‘umum’? Bagaimana dan siapa yang menentukan apa itu ‘masyarakat umum’? Bagaimana kepentingan ‘umum’ bisa diketahui, jika ‘umum’ adalah masyarakat tanpa nama, tanpa wajah? Ibu Wagirah dan ibu-bapak serta banyak anak-anak di Temon, Kulon Progo...
Peristiwa penting perjuangan masyarakat WTT (Wahana Tri Tunggal) Kulonprogo dalam menolak penggusuran dan pembangunan bandara. TAHUN 2011: Proses Awal Perampasan Tanah di Kecamatan Temon, Kulon Progo. 25 Januari 2011: Proses pembangunan proyek bandara di Kulon Progo dimulai. Terjadi sebuah kesepakatan kerjasama (MoU) antara pemerintah Indonesia yang diwakili oleh PT Angkasa...
Kami, Wahana Tri Tunggal (WTT), Temon, Kulon Progo, menyerukan: Menolak pembangunan bandara di Temon, Kulon Progo, tanpa syarat. Menolak penggusuran tanah petani. Menolak relokasi petani dari lahan produktif. Hentikan Represifitas dan intimidasi terhadap masyarakat Temon. Hentikan kriminalisasi terhadap petani. Bebaskan Sarijo, Wasiyo, Wakidi dan Tri Marsudi, sekarang juga. Mengajak seluruh umat manusia membangun solidaritas perjuangan melawan...
Kami selaku warga penolak rencana pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengundang rekan-rekan jurnalis dan media pada hari Senin, 4 Desember 2017 jam 6.30 pagi di Masjid Al Hidayah, Palihan.   Pada tanggal tersebut, rumah-rumah kami direncanakan untuk dibongkar tanpa seizin kami sebagai pemegang hak atas tanah dan bangunan. Rencana pembongkaran...