Dari Gunawan Wiradi untuk Kawan-kawan Forum Komunikasi Masyarakat Agraris (FKMA) Beberapa hari yang lalu, panitia pertemuan FKMA 8-10 Februari 2013 di Jogjakarta mengundang saya untuk hadir dalam satu sesi acara. Panitia kemudian mengirimkan TOR yang cukup panjang, menjelaskan latar dan tujuan dari FKMA. Setelah membacanya, semangat saya muncul cukup besar untuk dapat...
“Kalau petani sudah berhenti menanam, buat apa menolak tambang. Karena perlawanan sesungguhnya berada di lahan.” –Anonim– Suatu siang di penghujung Februari 2013, di bawah terik matahari, ratusan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP-KP) menggelar majelis istighostah. Tahlil dan selawat mengumandang bersama desiran angin dan gemuruh...
KERIUHAN ulang tahun Jogja sepertinya belum hilang, meski sudah lewat dari dua hari. Bukan karena sangking meriahnya perayaan tersebut, tapi karena ada sebuah peristiwa yang cukup menggegerkan jagat street art Yogyakarta. Rabu dini hari (9/10/2013), seorang seniman, digelandang ke markas Satpol PP karena aksi muralnya. Muhammad Arif ditangkap saat...
Napak Tilas Negeri Kebumen Sebelum dikenal secara luas dengan nama Kebumen, daerah ini disebut dengan nama Kabumian. Kata tersebut konon berasal dari sebuah tempat bermukimnya seorang pelarian dari Mataram yang bernama Pangeran Mangkubumi (Kyai Bumi) disaat berkuasanya Sunan Amangkurat I. Secara geografis, Kabupaten Kebumen terletak pada 7”27-7”50 Lintang Selatan dan...
Kisah nyata tentang hapusnya hak-hak atas tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta di zaman Keistimewaan, di bawah naungan rezim modal. Jika Saudara diberi hak istimewa untuk menjadi penguasa tunggal atas tanah, penentu fungsi ruang, pengendali kelembagaan, pemerintahan lokal, percaturan politik, jalur dan sirkulasi investasi, keamanan sosial, dan kesadaran massa (masyarakat memaknai...
Tombak Haminjo adalah bahasa lokal untuk menyebut hutan kemenyan. Bagi sebagian masyarakat Batak kemenyan adalah sebuah ruang hidup nya. Selain banyak masyarakat Batak yang menggantungkan hidup dari pohon-pohon kemenyan, masyarakat Batak juga mempercayai bahwa ada nilai magis di pohon kemenyan tersebut. Ada kepercayaan di masyarakat ketika menyadap getah kemenyan, para...
Tentang pemalsuan sejarah dan oligarki yang diawetkan serta rekam jejak agraria  di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada dinding salah satu warung pegiat POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) di Pantai Siung, Gunungkidul (70 km tenggara Yogyakarta), terpasang spanduk istimewa (0,5 m x 1 m). Spanduk yang sama, dengan ukuran 3 m x 4...
TAK BANYAK ORANG, baik aktivis kiri maupun kaum intelektual pembela keadilan agraria, mungkin pernah dengar namanya, alih-alih mengenalnya. Mukhlis, petani muda Desa Rengas, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, adalah salah satu dari dua belas korban penembakan Brimob 4 Desember 2009 lalu. Jum’at berdarah itu, ia bersama ratusan warga Rengas sedang...
Pengakuan dan Perampasan Pada awal tahun 1930an, terdapat 5 kampung kecil (Tungkusan, Senembah, Limau Mungkur, Batutak, Lau Barus) yang penduduknya hidup bergantung pada sebuah areal yang mereka sebut sebagai “hutan tua”. Penamaan hutan tua ini berdasarkan pada sebuah kenyataan di mana areal tersebut merupakan satu-satunya areal hutan yang tersisa dari...
Berakhirnya Swapraja Yogyakarta Sejarah kolonialisme menuturkan bahwa tanah adalah alat kontrol politik dan ekonomi. Masuk akal bila penguasaan atas tanah dipertahankan dengan berbagai cara. Bagaimana Kasultanan dan Pakualaman mempertahankan kekuasaannya atas politik dan ekonomi hingga hari ini? Penguasa DIY membangun klaim DIY sebagai Daerah Istimewa yang diatur Hukum Adat, karenanya dilekati...