Kisah nyata tentang hapusnya hak-hak atas tanah di Daerah Istimewa Yogyakarta di zaman Keistimewaan, di bawah naungan rezim modal. Jika Saudara diberi hak istimewa untuk menjadi penguasa tunggal atas tanah, penentu fungsi ruang, pengendali kelembagaan, pemerintahan lokal, percaturan politik, jalur dan sirkulasi investasi, keamanan sosial, dan kesadaran massa (masyarakat memaknai...
Sebuah Kisah Nyata dari Sumatera Selatan Mangsang di Tengah Gempuran Modal Mangsang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Desa ini terdiri dari 5 dusun dan tergolong sebagai desa yang memiliki luas wilayah terluas daripada desa-desa lainnya di Kecamatan Bayung Lencir. Dari dokumen...
UU Keistimewaan DIY dan Hak Rakyat atas tanah yang dijamin UUPA Hak rakyat atas tanah dijamin oleh UU No 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria (UUPA)  dan aturan pelaksanaannya, tidak terkecuali di DIY. Menurut UUPA, agraria meliputi bumi, air, dan udara; sehingga urusan pertanahan dan tata ruang tidak dapat dipisahkan....
Diskusi tentang gerakan agraria, saat ini dapat dijumpai dengan mudah di banyak tempat. Mulai dari pojok ruangan kelas universitas, kantor LSM, hotel kelas melati dan berbintang hingga kafe-kafe di tengah perkotaan yang diorganisasi oleh kelas menengah. Ataupun di tempat lain, seperti, pinggiran perkebunan, posko-posko perjuangan petani dan rumah-rumah warga...
Semenjak berakhirnya pendudukan kolonial Hindia Belanda di tahun 1949, Papua (dalam teritori Indonesia saat ini menjadi dua provinsi, Papua Barat dan Papua) menjadi wilayah tarik menarik pengaruh antara rezim nasionalisme ekspansionis Sukarno dan Amerika di awal era perang dingin, yang disusul oleh pendudukan rezim brutal Suharto yang merupakan sekutu...
Pengakuan dan Perampasan Pada awal tahun 1930an, terdapat 5 kampung kecil (Tungkusan, Senembah, Limau Mungkur, Batutak, Lau Barus) yang penduduknya hidup bergantung pada sebuah areal yang mereka sebut sebagai “hutan tua”. Penamaan hutan tua ini berdasarkan pada sebuah kenyataan di mana areal tersebut merupakan satu-satunya areal hutan yang tersisa dari...
Oleh: Udin Choiruddin, Relawan FKMA SEKITAR 10.000 aparat kepolisian dan 5000 preman menyerang rakyat tiga desa di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dalam eksekusi lahan 350 hektare milik rakyat. Mereka menyerbu rakyat Desa Wanakerta, Wanasari, dan Margamulya dengan water canon, peluru karet, gas air mata, dan persenjataan lain. Belasan petani...
Birokrat dan kapitalis dengan fantasinya tentang pembangunan-kemajuan, memaksakan kegiatan industri semen (penambangan kapur dan manufaktur semen) pada masyrakat petani. Dan tentunya mereka juga memaksakan kebenaran fantasinya, secara struktural dan sistematis dengan pengerahan kekuatan finansial, kekerasan dan non kekerasan—fasisme pembangunan, dengan narasi besar Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia...
KERIUHAN ulang tahun Jogja sepertinya belum hilang, meski sudah lewat dari dua hari. Bukan karena sangking meriahnya perayaan tersebut, tapi karena ada sebuah peristiwa yang cukup menggegerkan jagat street art Yogyakarta. Rabu dini hari (9/10/2013), seorang seniman, digelandang ke markas Satpol PP karena aksi muralnya. Muhammad Arif ditangkap saat...
“Kalau petani sudah berhenti menanam, buat apa menolak tambang. Karena perlawanan sesungguhnya berada di lahan.” –Anonim– Suatu siang di penghujung Februari 2013, di bawah terik matahari, ratusan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP-KP) menggelar majelis istighostah. Tahlil dan selawat mengumandang bersama desiran angin dan gemuruh...